Posts

Showing posts from March, 2020

Manajemen Pemasaran Agribisnis Peternakan

Agar para peternak dalam usaha meningkatkan hasil ternaknya tidak menderita kerugiaan-kerugiaan jika produknya dipasarkan sehingga harus dibekali dengan pengetahuan tentang pemasaran. Dengan diketahuinya teknologi pemasaran oleh para peternak, maka mereka akan dapat : Menyesuaikan peningkatan usahatani dengan produk-produk yang sangat dibutuhkannya peran konsumsi baik kuantitas maupun kualitas. Melakukan penyimpangan-penyimpangan produk-produk peternakan agar kualitas produk tetap terpelihara dan dapat nilai yang wajar saat dipasarkan.   Melakukan penghematan-penghematan dalam proses produksi.   Melakukan peningkatan-peningkatan kualitas melalui proses industri. Melakukan penjualan-penjualan kontrak yang dapat menguntungkan para peternak.   Cara melakukan penjualan dan hubungannya dengan konsumsi. Cara penjualan langsung atau transitmarket lebih menguntungkan Pemasaran produk-produk peternakan yang masih berupa produk primer yang tidak sama dengan produk-produk hasil olah...

PENGENDALIAN PRODUKSI DAN SISTEM MANAJEMEN AGRIBISNIS PETERNAKAN

Image
A.     Peranan Pengendalian Produksi Pada umumnya tujuan akhir dari suatu perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan, keberlanjutan dan pengembangan usaha. Di sisi lain ada tuntutan konsumen yang harus dipenuhi perusahaan. Tuntutan konsumen pada umumnya meliputi kualitas baik, harga murah, penyerahaan tepat volume dan waktu, produk fleksibel dan variatif. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan pengendalian produksi adalah untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan pada waktunya dengan biaya yang seminimum mungkin dan mengatur serta menganalisa mengenai pengorganisasian dan pengkoordinasian bahan-bahan, mesin–mesin peralatan, tenaga manusia dan tindakan-tindakan lain yang dibutuhkan. Dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, diperlukan adanya kegiatan pengkoordinasiaan managemen berupa koordinasi dari berbagai bagian atau antar kegiatan dari perusahaan tersebut, sehingga dapat tercapai suatu kerjasama yang baik antara bagian pembelian, bagian teknik (engeneering), ...

PT MALINDO FEEMILL TBK

PT Malindo Feedmill Tbk (“Malindo” atau “Perseroan”) didirikan pada tahun 1997 sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing (UU PMA) dan berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 10 Juni 1997 yang dibuat di hadapan Mirah Dewi Ruslim Sukmadjaya, S.H, Notaris Publik. Perseroan bergerak dalam bisnis produksi pakan ternak, khususnya pakan ternak ayam ras pedaging induk, pakan ternak ayam ras pedaging komersial, pakan ternak ayam ras petelur, dan anak ayam berusia satu hari (DOC). Perseroan pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (“BEI”, dahulu Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 10 Februari 2006. Pada tanggal 10 Maret 2008, Perseroan menerbitkan Obligasi I Malindo Tahun 2008 (“Obligasi I Malindo”) dengan suku bunga tetap 11,8% per tahun, dengan nilai total Rp300 miliar. Perseroan telah melunasi Obligasi I Malindo pada saat jatuh tempo tanggal 6 Maret 2013. Credit Rating Agency Pefindo (PT Pemeringkat Efek Indonesia) memberikan peringk...

PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. yang selanjutnya disebut “Perseroan” adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan ternak, pembibitan dan budidaya ayam ras serta pengolahannya, industri pengolahan makanan, pengawetan daging ayam dan sapi termasuk unit-unit  cold storage, menjual makanan ternak, daging ayam dan sapi, bahan-bahan asal hewan di wilayah Indonesia, maupun ke luar negeri.  Saat ini beberapa Entitas Anak dari Perseroan merupakan penghasil ayam pedaging, baik dengan melakukan budi daya sendiri dan bekerja sama dengan peternak melalui pola kerja sama Inti-Plasma. Sebagian besar dari obyek Transaksi merupakan fasilitas budi daya ayam pedaging yang saat ini disewa oleh beberapa entitas anak Perseroan dari CP untuk menghasilkan ayam pedaging. 

Review Manajemen Produksi dan Operasi Agribisnis Peternakan

Image
Manajemen produksi produksi dan operasi operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal optimal  penggunaan sumberdaya sumberdaya (atau sering disebut disebut faktor-faktor produksi produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya sebagainya-dalam proses transformasi transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi menjadi berbagai berbagai produk atau jasa. Manajemen pengoperasian produksi agribisnis terdiri dari perencanaan produksi, pengendalian proses produksi, penyusunan atau merancang sistem produksi, pengendalian pengoperasian sistem produksi untuk mencapai tujuan organisasi, dan perencanaan sistem dan subsistem. Produksi adalah seperangkat prosedur dan kegiatan yang terjadi dalam penciptaan produk. Input produksi peternakan antara lain lahan, tenaga kerja, kapital, dan kemampuan. Sistem produksi terdiri dari dua sistem, yaitu : 1) Continous ( berkesinambungan) mulai dari input masuk sampai menjadi output berada di tempat ya...

REVIEW MANAJEMEN AGRIBISNIS PETERNAKAN

Peternakan merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan, karena dalam usaha peternakan mampu menghasilkan pendapatan yang begitu besar selain itu semua sistem manajemen dalam peternakan dapat diterapkan, seperti manjemen ekonomi, manajemen pembibitan, manajemen pemeliharaan, manajemen pengelolaan, manajemen pemasaran dan manejemen-manajemen yang lain. Dari manajemen-manajemen tersebut maka seseorang memerlukan kemampuan untuk mengelola usaha dalam bidang peternakan, karena usaha peternakan tidak semudah yang dibayangkan, perlu melalui beberapa proses tertentu dan harus memiliki kesabaran yang lebih. Sistem agribisnis ternak dapat di aplikasikan dalam bentuk perusahaan agribisnis peternakan, untuk mendirikan perusahaan peternakan memerlukan beberapa faktor pendukung, diantaranya: modal dan manajemen yang baik. Subsistem agribisnis peternakan mencakup 4 (empat) subsistem, yaitu: 1. subsistem agribisnis hulu peternakan (uptream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sap...