Manajemen Pemasaran Agribisnis Peternakan
Agar para peternak dalam usaha meningkatkan hasil ternaknya tidak menderita kerugiaan-kerugiaan jika produknya dipasarkan sehingga harus dibekali dengan pengetahuan tentang pemasaran. Dengan diketahuinya teknologi pemasaran oleh para peternak, maka mereka akan dapat :
- Menyesuaikan peningkatan usahatani dengan produk-produk yang sangat dibutuhkannya peran konsumsi baik kuantitas maupun kualitas.
- Melakukan penyimpangan-penyimpangan produk-produk peternakan agar kualitas produk tetap terpelihara dan dapat nilai yang wajar saat dipasarkan.
- Melakukan penghematan-penghematan dalam proses produksi.
- Melakukan peningkatan-peningkatan kualitas melalui proses industri.
- Melakukan penjualan-penjualan kontrak yang dapat menguntungkan para peternak.
- Cara melakukan penjualan dan hubungannya dengan konsumsi. Cara penjualan langsung atau transitmarket lebih menguntungkan
Pemasaran produk-produk peternakan yang masih berupa produk primer yang tidak sama dengan produk-produk hasil olahan (industri), baik secara teknis maupun dalam bidang organisasinya. Perbedaan itu terutama disebabkan sifat-sifatnya yang memang berbeda dan perbedaan pada proses produksinya, dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Sifat dan Proses Produksi Produk Peternakan
1. Dalam memproduksi hasil peternakan, kegiatan-kegiatan yang diperlukan sifatnya hanya “mengatur”. Mengatur agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih baik dari segi kualitas dan kuantitas (dapat dikatakan produksi organisasi).
2. Produksinya bersifat inelastic, artinya tidak dapat diperbesar dan diperbanyak sekehendak hati dalam waktu-waktu yang kita kehendaki.
3. Berlaku Hukum “The Law of Diminishing Marginal Returns”.
4. Karena sifat produknya cepat rusak, maka usaha peningkatan produk tergantung dari pasar atau para konsumen, dekatnya pasar, lancarnya pemasaran, banyaknya permintaan dan terciptanya harga yang wajar merupakan pangkal kegairahan dalam meningkatkan produksi.
b. Sifat dan Proses Produksi Produk Industri
1. Produksi industri merupakan produksi mekanis, dapat diperbesar atau diperkecil, dapat diubah-ubah bentuk dan kualitasnya sehingga merupakan produkyang bersifat elastis, sesuai dengan kehendak pasar.
2. Ongkos eksploitasi pada produksi industri umumnya besar, tetapi sebagian besar terletak pada investasi-investasi. Hal ini disebabkan maksud produksi dalam jangka panjang yang selanjutnya akan menguntungkan produksi-produksinya yang berjangka pendek.
3. Aktifitas produksi jangka pendek atau besar kecilnya produksi dalam waktu itu tergantung dari tersedianya dana variabel dan pertimbangan-pertimbangan pemasaran sehubungan dengan arus permintaan akan produk.
4. Makin besarnya produksi jangka pendek dapat menurunkan ongkos persatuan.
Karena perbedaan sifat dan proses produksinya, maka dalam pemasarannya pun masing-masing akan mengemukakan ciri-ciri khusus yang menonjol, antara lain :
- Pemasaran produk-produk peternakan harus menjamin agar produk-produk tersebut dapat cepat tersalurnya, mengingat produk-produk tersebut cepat rusak.
- Pemasaran produk-produk industri walaupun juga harus menjamin agar produk-produknya dapat cepat tersalurnya tetapi dalam hal ini terdapat antara adanya jangka waktu. Dimana pemasaran dilakukannya dengan perhitungan dan pertimbangan-pertimbangan yang matang dan kalau permintaan akan terlalu besar dibanding dengan pemasaran produk peternakan
Comments
Post a Comment