REVIEW MANAJEMEN AGRIBISNIS PETERNAKAN
Peternakan merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan, karena dalam usaha peternakan mampu menghasilkan pendapatan yang begitu besar selain itu semua sistem manajemen dalam peternakan dapat diterapkan, seperti manjemen ekonomi, manajemen pembibitan, manajemen pemeliharaan, manajemen pengelolaan, manajemen pemasaran dan manejemen-manajemen yang lain. Dari manajemen-manajemen tersebut maka seseorang memerlukan kemampuan untuk mengelola usaha dalam bidang peternakan, karena usaha peternakan tidak semudah yang dibayangkan, perlu melalui beberapa proses tertentu dan harus memiliki kesabaran yang lebih. Sistem agribisnis ternak dapat di aplikasikan dalam bentuk perusahaan agribisnis peternakan, untuk mendirikan perusahaan peternakan memerlukan beberapa faktor pendukung, diantaranya: modal dan manajemen yang baik.
Subsistem agribisnis peternakan mencakup 4 (empat) subsistem, yaitu:
1. subsistem agribisnis hulu peternakan (uptream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sapronak (industri pembibitan, pakan, obat-obatan/vaksin, peralatan dan lain-lain)
2. subsistem usaha/budidaya peternakan (on-farm agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sapronak untuk menghasilkan komoditi peternakan primer
3. subsistem agribisnis hilir peternakan (downstream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah komoditas peternakan primer menjadi produk olahan (industri pengolahan: daging, susu, telur, kulit, industri restoran dan makanan/food service industries serta perdagangannya),
4. subsistem penunjang (supporting institution) yaitu kegiatan ekonomi yang menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh ke tiga subsistem lainnya seperti transportasi, penyuluhan dan pendidikan, penelitian danpengembangan, perbankan, kebijakan pemerintah (anggaran pembangunan, harga input dan output, pemasaran dan perdagangan, dan SDM).
Perkembangan dunia peternakan saat ini khususnya dunia perunggasan di Indonesia semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan banyak berdirinya perusahaan Peternakan perunggasan. Dalam usaha Agribisnis memerlukan manajemen yang baik untuk penyelenggaraannya harus diperhatikan yaitu pemasaran dimana akan menentukan wajah atau citra usaha agribisnis/ perusahaan dalam menentukan kelangsungan usaha bisnis perusahaannya tersebut untuk masa selanjutnya.
1. Perencanaan (planning)
Fungsinya perencanaan yaitu mencakup kegiatan yang berhubungan dengan masa yang akan datang. Perencanaan terdapat di setiap sub sistem Agribisnis.
2. Pengorganisasian (organizing)
Fungsi pengorganisasian ini yaitu penyusunan struktur organisasi bisnis/ perusahaan, penetapan personalia dan penetapan tugas serta wewenang masing-masing kelompok menurut tata organisasi yang baik. Dengan demikian bahwa pengorganisasian merupakan alat yang terpenting untuk mencapai tujuan usaha bisnis/perusahaan.
3. Penggerakan (Directing)
Fungsi penggerakan ini adalah untuk mendorong, motivasi dan merangsang gairah kerja diantara anggota kelompok sehingga mereka dapat terpanggil untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
4. Pengawasan
Fungsi pengawasan yaitu meliputi ke-giatan evaluasi dan koreksi, apakah rencana dan proses kerja yang sedang dilakukan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Apakah terdapat hasil yang menyimpang dan makin jauh dari sasaran yang telah ditargetkan maka segera dilakukan tindakan koreksi bim-bingan dan pembinaan.
Comments
Post a Comment