Review Perkuliahan Mata Kuliah Agribisnis Peternakan

Nama : Nandya Enggarini
NIM : 180321100102
Kelas : D ( Kamis / 10.40-12.20)
.
.
.
PERAN DAN FUNGSI PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL
Sektor pertanian memberikan peranan yang penting dalam perekonomian setidaknya dalam beberapa hal sebagai berikut:
1. Sebagai sumber pendapatan dan kesempatan kerja bagi penduduk pedesaan dimana sebagian besar penduduk pedesaan bermata-pencaharian utama sebagai petani
2. Sebagai penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi penduduk yang jumlahnya semakin bertambah
3. Sebagai pemacu proses industrialisasi, utamanya bagi industrialisasi yang memiliki reiteration yang cukup besar dengan sektor pertanian
4. Sebagai penyumbang devisa negara, karena sektor pertanian menghasilkan produk produk pertanian yang tradable dan berorientasi pada pasar ekspor
5. Sebagai pasar bagi produk dan jasa sektor nonpertanian.
Indonesia dianggap sebagai pasar potensial karena memiliki potensi sumberdaya alam, termasuk plasma nutfah yang berlimpah. Biodiversity darat Indonesia merupakan terbesar nomor dua di dunia setelah Brasil. Sedangkan bila untuk biodiversity laut Indonesia merupakan terbesar nomor satu di dunia.Indonesia merupakan salah satu pusat mega diversity tanaman pangan di dunia, beriklim tropis, bisa bercocok tanam sepanjang tahun, beraneka jenis tanaman pangan dan perkebunan bisa tumbuh, dan mempunyai potensi pasar yang besar. 
• Peran Pertanian dalam Penciptaan PDB
Kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian menurun tajam, dari sebesar 56,3% pada tahun 1962 menjadi hanya 14,7% pada tahun 2011, bahkan sempat turun pada level 13% pada tahun 2005 dan 2006. Pada periode yang sama, sektor industri (manufaktur dan nonmanufaktur) mengalami peningkatan yang cukup berarti, dari sebesar 11,9% menjadi 47,2% dari total PDB. Namun demikian, tatkala kontribusi output sektoralnya telah menurun tajam, bukan berarti bahwa sektor pertanian sudah tidak menjadi faktor penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut informasi dari Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019, disebutkan bahwa kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian dalam arti sempit (di luar perikanan dan kehutanan) pada tahun 2014, yaitu sekitar 879,23 triliun rupiah atau 10,26 % dari PDB nasional yang besarnya 8.568,12 triliun rupiah (berdasarkan harga konstan tahun 2010). Selama periode 2010-2014, pertumbuhan PDB pertanian tersebut berkisar antara 3,47 hingga 4,58 % dengan rata-rata sekitar 3,90 %, pada saat yang sama PDB nasional tumbuh sekitar 5,70 %.
• Peran Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Selain itu, sektor pertanian juga menjadi penyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Selama periode 2010-2014, sektor pertanian masih merupakan sektor dengan pangsa penyerapan tenaga kerja terbesar, walaupun ada kecenderungan menurun. Penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian pada tahun 2010 sekitar 38,69 juta tenaga kerja atau sekitar 35,76% dari total penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2014 penyerapan tenaga kerja mengalami penurunan menjadi 35,76 juta tenaga kerja atau 30,27%.
Data tahun 2011 (World Bank, 2013) menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi yaitu sebesar 35,9% dari total 151,9 juta angkatan kerja. Sementara sektor industri hanya menyerap 20,6%. Sisanya sebesar 43,5% diserap oleh sektor jasa. Data penyerapan tenaga kerja sektor pertanian tersebut hanya berasal dari kegiatan sektor pertanian primer, belum termasuk sektor sekunder dan tersier dari sistem dan usaha agribisnis. Bila tenaga kerja dihitung dengan yang terserap pada sektor sekunder dan tersiernya, maka kemampuan sektor pertanian tentu akan lebih besar.
• Peran Pertanian dalam Ekspor
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi pertumbuhan ekspor sebesar 5,5 persen pada tahun 2002. Namun demikian dalam perkembangannya, ekspor sektor pertanian mengalami penurunan dimana pada tahun 2009 hanya sebesar 3,83 persen. Namun demikian, data ekspor Januari sampai dengan April 2010 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai ekspor pertanian sebesar 11,33 persen. Hal ini mencerminkan bahwa sektor pertanian tidak lagi semata-mata berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat domestik. Produk pertanian telah menjadi komoditas perdagangan yang memiliki potensi di pasar internasional. Sebagai sektor penting dalam struktur ekspor maka pertanian diharapkan memperoleh perhatian yang lebih baik dari pemerintah.
• Peran Pertanian dalam Konsumsi Nasional
Sebagai masyarakat yang sebagian besar tinggal di pedesaan, maka produk-produk pertanian merupakan salah satu produk utama yang dikonsumsi oleh masyarakat. Produk pertanian merupakan sumber pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Terutama produk pertanian berupa beras yang menjadi pilihan utama sumber karbonhidrat penting.
• Hukum Engel
Seperti Ernst Engel, yang dikenal dengan hukum Engel, menyebutkan bahwa semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka proporsi pengeluaran masyarakat untuk makanan semakin kecil. Dengan kata lain, seiring dengan peningkatan pendapatan maka lambat laun akan terjadi pergeseran, yaitu penurunan porsi pendapatan yang dibelanjakan untuk non-makanan. Pergeseran komposisi atau pola pengeluaran tersebut terjadi karena elastisitas permintaan terhadap makanan pada umumnya rendah. Dengan demikian, pangsa (share) pengeluaran makanan rumah tangga merupakan salah satu indikator tingkat kemakmuran masyarakat. Sehingga pangsa (dalam %) pengeluaran untuk makanan semakin kecil, maka tingkat kemakmuran masyarakat dikatakan makin membaik.

Comments

Popular posts from this blog

RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS : BASRENG

KULIAH TAMU KEWIRAUSAHAAN HIDROPONIK

BAURAN PEMASARAN : PRICE (HARGA)